Inspiration

Jika Saudaramu Bahkan Berdosa Melawanmu, Inilah Yang Harus Dilakukan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kalau ada yang bersalah kepada kita, apa yang harus dibuat? Dendam, benci, dan caci maki? Atau, bicaralah empat mata dan kemudian saling berdamai? Inilah salah satu hal yang bisa direnungkan dari bacaan Injil hari ini (Mateus 18:15-20). 

Referensi pihak ketiga

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat​eus ​18:15-20)

Jika ​s​audaramu ​bahkan berd​osa ​m​elawan​mu, inilah yang harus dilakukan! ​Setiap k​ehidupan ​selalu di​tandai ​dengan banyak puncak dan lembah. ​Ada kekudusan ada pula keberdosaan.

Referensi pihak ketiga

Itulah yang juga disadari oleh Gereja Katolik. Benar bahwa jiwa Gereja adalah Roh Kudus, tetapi anggota tubuh ​Gereja ​bisa kurang suci. Kadang-kadang, orang-orang dapat dilecehkan oleh “kemanusiaan” Gereja. “Bukankah dia seorang Katolik? Bagaimana dia dapat melakukan itu​ yang merugikan orang lain​?”

Yesus, bagaimanapun, tidak terkejut, dan kita menemukannya dalam Injil hari ini ​yang ​menguraikan prosedur untuk menangani perilaku berdosa. Cinta kita kepada Gereja adalah realistis: Yesus datang untuk menyelamatkan orang berdosa​. Kita tidak dapat terkejut ketika kita menemukan dosa. Kita tahu bahwa Allah jauh lebih kuat daripada dosa kita. “Di mana ada dosa, kasih karunia makin banyak”​ kata Santo Paulus kepada Umat di Roma​ (Roma 5:20).

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 14/8/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 14 Agustus 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XIX PW S. Maksimilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir Bacaan Injil Mateus 18:15-20

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2079640865113018?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.