Inspiration

Jahatnya Orang Ini, Sudah Diampuni Tuhan Tapi Tidak Mau Mengampuni Teman, Begini Akibatnya

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah inspirasi agar kita bisa selalu saling mengampuni jika ada yang bersalah di antara kita. Jangan sampai terjadi seperti yang dikisahkan oleh Yesus Kristus dalam perumpamaan-Nya. Mari kita baca kisahnya.

Referensi pihak ketiga

Suatu hari Yesus Kristus bersabda: Hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka BapaKu yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” (Mateus 18:23-35)

Referensi pihak ketiga

Inti dari kisah itu. Pertama, jahatnya orang itu. Dosanya yang lebih banyak laksana hutang sudah diampuni Tuhan, tetapi ternyata, ia idak mau mengampuni temannya yang hutang dosanya lebih sedikit dan kecil. Beginilah akibatnya. Ia justru dijebloskan ke dalam penjara sampai hutang dosanya dilunasi.

Kedua, apa pesannya? Mari kita saling mengampuni. Kita hanya bisa diampuni Tuhan kalau kita sendiri mau mengampuni sesama kita. Itulah yang ditegaskan Yesus Kristus pada ayat terakhir: Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 15/8/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 15 Agustus 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XIX Bacaan Injil Mateus 18:21-19:1

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/787614053695301?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.