Inspiration

Gitu Aja Kok Repot, Kasihilah dan Doakan Saja Lah!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Hari-hari ini melalui medsos, kita sedang disibukkan oleh yang kusebut “peristiwa ceramah UAS” yang dianggap melakukan penistaan agama oleh orang tertentu. Lalu ada yang melaporkan dan mengadukan ke pihak kepolisian. Lalu muncul beberapa respon dari berbagai pihak.

Referensi pihak ketiga

Lalu, ada pula yang bertanya kepada saya, “Menurut Romo Budi, bagaimana?” Sebetulnya, saya tidak mau menjawab sebab peristiwa ini bukan ranah saya yang belasan bahkan puluhan tahun ini selalu merajut persaudaraan sejati dengan siapa saja di mana saja dalam kerukunan yang indah dan barokah. Namun, baiklah kujawab pula sesuai dengan ranah yang sudah kusebutkan itu. Inilah jawaban saya. Cukup dua kalimat, “Gitu aja kok repot! Kasihilah dan doakan saja lah!” 

Ini keterangan dan pertanggungjawaban saya. Pertama, melaporkan dengan alasan penistaan agama itu bukan cara Kristiani, khususnya dalam Agama dan Gereja Katolik. Meski sebagai warga bangsa negara duniawi itu sah dan boleh-boleh saja, namun Umat Katolik itu kan juga warga Kerajaan Sorga yang selalu mengutamakan kasih kerahiman pengampunan, bukan kalap kebencian penghakiman!

Kedua, Yesus sendiri bersabda: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Matius 5:44-45)

Referensi pihak ketiga

Jelas? Yesus tidak bersabda: laporkanlah musuhmu, dan adukanlah orang yang menganiaya kamu kepada Pak Polisi! Ndak kan? Sabda Yesus jelas. Maka sikap saya sebagai romo pastor Katolik juga jelas dan tegas seperti Yesus: Kasihilah Ustadz Abu Somad kalau kau anggap sebagai musuhmu dan berdoalah bagi Beliau yang kau anggap menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Bdk. Matius 5:44-45).

Ketiga, saya belajar dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang akrab dengan kalimat cinta: Gitu saja kok repot! Lalu kutambahkan ajaran kasih Yesus: Kasihilah dan doakan saja dengan penuh cinta. Itu baru sikap Kristen Katolik sejati! 

Akhirnya, inilah sikapku sebagai romo pastor Katolik. Pak Ustadz Abu Somad yang terkasih, aku tetap mengasihimu, sebab Pak Ustadz bukan musuhku; dan aku selalu berdoa untuk kesejahteraan dan kesehatanmu. Semoga selalu dalam barokah Islam sebagai rahmatan lil alamin sebagaimana selalu kualami dari para Guru dan Sahabatku, Para Ulama, Habib, Romo Kiai Haji, Romo Kiai dan para Sahabatku dari kalangan Muslimin dan Muslimah yang kukasihi dan mengasihiku selama ini dan selama-lamanya dalam peradaban kasih yang sejahtera, bermartabat, dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Semoga selalu indah dan barokah!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 18/8/2019

 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan pengalaman pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3690974543343781?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.