Inspiration

Perjuangan Kemerdekaan Semesta Bersama Warga Pegunungan Kendeng Utara Ketika Alam Terancam

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ada satu kebahagiaan yang tak bisa saya lewatkan untuk dibagikan sebagai inspirasi kehidupan ketika saya bersama warga Pegunungan Kendeng Utara, tepatnya di Kompleks Gua Lawa, Sukolilo, Pati, Jawa Tengah (Sabtu, 17/8/2019). Meski saya datang terlambat oleh sebab harus mengikuti Upacara Bendera HUT ke-74 Kemerdekaan Bangsa Indonesia di Kampus Universitas Katolik Soegijapranata; namun, kebahagiaan kemerdekaan bersama warga Pegunungan Kendeng Utara tak tetap kurasakan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – selingan Ibu Bumi…

Saat tiba dil lokasi, para Sahabat saya yakni para petani warga Kendeng dan Sahabat-Sahabatku Seludur Sikep (sering disebut Komunitas Samin) serta para Sahabatku Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menyambut kami (Mas Benny Setianto dan saya) dengan ramah. Bahkan, mereka menyambutku dengan pelukan dan ciuman penuh persahabatan.

Kang Gunritno yang sedang memandu jalannya Kuliah Rakyat tentang Kendeng Lestari pun berhenti sejenak. Kami saling berpelukan dalam cipiki-cipika penuh keakraban sambil berseloroh, “Mestinya ngiringi dengan saksofon saat mengheningkan cipta…. tapi baru datang sesudah upacara usai hehehe!”

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr bersama Mbakyu Gunarti

Maka, sebagai gantinya, sebelum Mas Benny memberikan Kuliah Rakyat, saya pun dipersilahkan melantunkan lagu dengan iringain saksofon. Seperti biasa, kulantunkan tembang mereka “Ibu Bumi wis maringi, Ibu Bumi dilarani, Ibu Bumi kang ngadili….” Bumi Pertiwi sudah memberi, Bumi Pertiwi sudah disakiti, Bumi Pertiwi yang akan mengadili siapa saja yang merusak alam semesta… Itulah makna lagu itu.

Itulah yang saya lantunkan dengan kuawali pekikan: Salam Kendeng! Dan semua hadiri menjawab dengan lantang pula: Lestari! Tiga kali pekikan mengawali dan menutup selingan tembang “Ibu Bumi…”

Itulah kebahagiaan ekologis (eco-happiness) bisa berjuang bersama warga masyarakat Kendeng dalam menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup yang sudah hampir lima belas tahun ini saya alami bersama mereka, yakni sejak saya mengenal Kang Gunretno pada tahun 2004.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Dok Pribadi – Saat berjuang demi keadilan bersama warga Kendeng

Entah sampai kapan mereka berjuang, perjuangan masih panjang. Namun, bukan hasil yang kami harapkan, melainkan proses penyadaran selama-lamanya tentang pentingnya menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup.

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 19/8/2019

 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan kebersamaan dengan warga Kendeng Utara di Sukolilo

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1582995264664279?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.