Inspiration

Tuhan Sangat Murah Hati Tanpa Diskriminasi Mengapa Kamu Iri Hati & Bersikap Diskriminatif?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Iri hatikah engkau, karena ​A​ku murah hati?​ Pertanyaan itu adalah Firman Tuhan. Tuhan menyatakan kemurahan hati-Nya kepada siapa saja tanpa diskriminasi. Tuhan berkendak untuk selalu memberikan kemurahan hati-Nya yang terbaik kepada siapa saja tanpa sikap diskriminatif. Inilah kisah selengkapnya yang menggambarkan kemurahan hati Tuhan kepada siapa saja tanpa diskriminasi. Benar, kasih itu murah hati! Mari kita baca dan renungkan.​

Referensi pihak ketiga

“Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” (Mat​eus​ 20:1-16)

Referensi pihak ketiga

Kalau Tuhan saja bermurah hati kepada siapa saja tanpa diskriminasi, lalau mengapa kita masih tergoda bahkan terjebak dalam sikap-sikap yang diskriminatif? Mari kita hentikan dan akhiri sikap-sikap diskriminatif yang hanya mementingkan egoisme pribadi. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati kepadamu!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 2​1​/8/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan​ Bacaan Liturgi 21 Agustus 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XX PW S. Pius X, Paus Bacaan Injil Mateus 20:1-16a

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3870628952241443?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.