Inspiration

Hanya Dibutuhkan Iman Sederhana Saja, Menerima Yesus Kristus Tanpa Prasangka Agar Bahagia!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. ​Hanya​ dibutuhkan ​i​man ​s​ederhana​ saja untuk menyambut Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Bagaimanakah? 

Referensi pihak ketiga

​Yesus ​Kristus memilih untuk menyembuhkan seseorang pada hari Sabat di Kapernaum, dan tidak ada yang ​mencela-Nya! Betapa berbedanya ini dengan Yerusalem! Orang-orang di ​Kapernaum memiliki iman yang sederhana, tidak peduli tentang legalitas ortodoksi ritualistik. ​Orang-orang Kapernaum sangat “welcome” terhadap Yesus, meski pada saat tertentu nanti, Kapernaum pun tak luput dari kritik Yesus bersama Betsaida, dan kota-kota lain tempat Yesus membuat banyak mujizat namun, iman tak juga bertumbuh dalam diri mereka.​

​Itulah sebabnya, Kapernaum sering disebut pula Kota Yesus sebab Yesus sering berada di situ bersama para murid-Nya. Di sana ada rumah singgah yang ramah bagi Yesus, yakni rumah mertua Petrus, yang juga telah mendapatkan mujizat kesembuhan dari Yesus. Setiap kali tiba di Kapernaum, Yesus seakan berkata, “Di sini saya bisa berkhotbah. Di sini saya bisa ​meny​embuh​kan​. Di sini saya bisa bekerja​. Di sini sana bisa mewartakan Kabar Sukacita dan menghadirkan Kerajaan Bapa​!​”​

Referensi pihak ketiga

​Di Kapernaum, Yesus ​Kristus merasa di rumah​-Nya sendiri dan krasan. Di sini​lah Yesus​ Kristus menemukan ​murid-murid-Nya yang pertama yang menjawab ​panggilan​-Nya. Mereka adalah Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes, Matius. 

Di sini ​pula Yesus ​Kristus menemukan iman bahkan di antara orang-orang kafir: perwira yang meminta penyembuhan.​ Orang lumpuh dan teman-temannya.​ Orang dapat merasakan preferensi khusus Kristus terhadap kota ini. Dari mereka yang telah diberi lebih banyak, ​maka ​lebih banyak ​pula diharapkan​ dari mereka untuk lebih beriman secara bertanggungjawab​.​ Dan untuk itu hanya dibutuhkan iman sederhana saja, menerima Yesus Kristus dengan gembira tanpa prasangka! Itu sudah cukup membuat hidupmu selamat dan bahagia!​

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 3/9/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 03 September 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXII PW S. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja Bacaan Injil Lukas 4:31-37

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4401155087329352?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.