Inspiration

Jangan Remehkan Perintah Tuhan, Taatilah Saja Maka Berkat Berlimpah Tercurah dalam Hidupmu

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Yesus mengajar di tepi danau. Kita tahu bahwa Yesus mengajar di banyak tempat lain juga: di Bait Suci, di sinagoga, di gunung, di antara anak-anak dan di kota-kota serta desa-desa yang membutuhkan kehadiran-Nya. Kesimpulan yang bisa kita ambil dari Injil hari ini, berpijak dari perjumpaan dan sapaan-Nya kepada Simon dan teman-temannya adalah ini. Jangan remehkan perintah Tuhan, taatilah saja maka berkat berlimpah tercurah dalam hidupmu. Bagaimana bisa?

Referensi pihak ketiga

Sebagaimana diwartakan dalam Injil hari ini, Yesus memiliki banyak orang di sekeliling-Nya di tepi danau. Bagi orang-orang ini, danau adalah segalanya: air, makanan (ikan), transportasi, objek keindahan, dan kontemplasi. Namun di bawah permukaan yang biasanya tenang dan biru, ada Sosok Pribadi lain yang tidak mereka kenal. Dia bukan seorang nelayan, melainkan Anak Tukang Kayu dari Nazareth. 

Namun kehadiran Kristus mengubah segalanya bahkan kebiasaan para pencari ikan di danau itu yang di kemudian hari akan menjadi bagian perutusan-Nya, yakni sebagai rasul, para murid pertama-Nya. Yesus Kristus mampu menawarkan cara baru yang tidak lazim, mengajak para nelayan yang biasa menangkap ikan di malam hari, untuk menebarkan jala di siang hari. Bagaimana mungkin. 

Itulah sebabnya, ketika Yesus bersabda kepada Simon, salah seorang nelayan si penjala ikan kawakan itu, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan,” serta merta Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga!” Di bali dialog itu ada kedalaman misteri iman. Jawaban Simon menyiratkan keputusaan dan keraguan. 

Referensi pihak ketiga

“Kami sudah sepanjang malam bekerja keras mencari ikan sebagaimana lazimnya kami melakukannya di malam hari, itu pun hasilnya nihil. Lah, kok di siang bolong begini, Kau perintahkan kepada kami menebarkan jalan. Mana mungkin? Tapi okelah, biarlah kami coba, atas perintah-Mu itu!” Begitulah kira-kira bila dibahasakan ulang jawaban Simon kepada Yesus.

Kedalaman hidup membawa berkat. Ketaatan kepada Kristus mendatangkan anugerah. Buktinya, ternyata, karena taat kepada Kristus, Simon dan teman-temannya menangkap sejumlah besar ikan, hingga jala mereka mulai koyak! Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lalin supaya datang membantu. Mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam!

Mujizat terjadi karena ketaatan kepada Kristus yang dapat menyelidiki kedalaman hidup yang mengandalkan Tuhan! Berkat perjumpaan dan ketaatan kepada Kristus, mereka menemukan bagi mereka banyak misteri iman dan rencana ilahi! Kristus pun dapat membantu kita memahami begitu banyak hal yang merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari, namun dalam banyak hal, tetap tidak dikenal atau tidak dapat kita pahami karena untuk memahaminya memang hanya diperlukan iman, harapan dan kasih kepada-Nya!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut kamu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 5/9/2019 

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 05 September 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXII Bacaan Injil Lukas 5:1-11

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1708494338747435?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.