Inspiration

Tuhan, Aku Tak Pantas Tuhan Datang Padaku, Bersabdalah Sepatah Kata Saja, Maka Aku Sembuh!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mari kita baca kisahnya, inilah kisah perwira di Kapernaum dalam Injil yang menjumpai Yesus.

Referensi pihak ketiga

Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepadaNya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolonganNya, katanya: “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.” Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepadaNya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepadaMu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali. (Lukas 7:1-10)

Mari kita fokus pada kalimat, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepadaMu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” 

Referensi pihak ketiga

Kalimat ini menunjukkan kerendahan hati perwira yang datang menjumpai Yesus. 

Kalimat itu diulangi umat Katolik saat hendak sambit Komuni Suci: Ya Tuhan, aku tidak pantas Tuhan datang pada saya, bersabdalah sepatah kata saja, maka saya akan sembuh. Kita pun bisa menyatakan kerendahan hati dan iman kita dalam kehadiran Kristus dalam Ekaristi karena itu adalah lalimat yang kita doakan di setiap Misa sesaat sebelum menerima Tuhan kita dalam Perjamuan Kudus. 

Ketika kita menerima Sakramen Mahakudus, kita benar-benar menerima Kristus – tubuh, darah, jiwa, dan keilahian. Iman kita adalah kunci untuk membuka hati kita terhadap rahmat penyembuhan Kristus.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Grand Pacific, Yogyakarta, 16/9/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 16 September 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXIV PW S. Kornelius, Paus, dan Siprianus, Uksup; Martir Bacaan Injil Lukas 7:1-10

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/365376400859339?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.