Inspiration

Keselamatan Jiwa Hukum Utama, Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Hukum Musa dimaksudkan untuk membebaskan umat, yakni membebaskan mereka dari perbudakan kepada dewa-dewa kafir dan dari perbudakan dosa. Ketika Hukum (dan adat istiadat dan peraturan tambahan) menjadi tujuan maka hukum dipisahkan dari Tuhan yang memberi hukum. 

Referensi pihak ketiga

Hukum Musa bukan tujuan tapi sarana untuk manusia agar kian dekat dengan Tuhan. Hukum menjadi sarana keselamatan jiwa. Maka salus animarum suprema lex, keselamatan jiwa-jiwa adalah hukum tertinggi.

Referensi pihak ketiga

Dalam Gereja Katolik, juga ada hukum, adat istiadat, dan peraturan untuk membuat orang Farisi yang paling keras sekalipun bangga. Bahayanya adalah kita bisa jatuh ke dalam salah satu perangkap. 

Kita dapat mematuhi hukum dengan semangat sehingga kita tidak melihat Dia yang membebaskan kita dan harus kita sembah. Kita tidak membiarkan hati dan pikiran kita dididik dan dibentuk oleh hukum; kita hanya mengikuti hukum secara membabi buta. Kita terjebak pada hal-hal yang lahiriah dan berhenti di sana, tanpa melihat kasih Tuhan dan membiarkan-Nya memurnikan hati kita. Hidup adalah anugerah.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Johart Wurlirang, 15/10/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 15 Oktober 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXVIII PW S. Teresia dr Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja Bacaan Injil Lukas 11:37-41

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2257820350833603?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.