Inspiration

Siapkah Bersaksi demi Kristus Bahkan dalam Kemartiran?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Terlalu Pengecut untuk Kemartiran: Bagi orang tertentu, terkadang sulit untuk mengakui Yesus di hadapan orang lain. Kita memikirkan kemungkinan kemartiran, dan kita semua bertanya-tanya apakah kita akan bisa setia kepada Yesus jika itu berarti kematian. Kita mungkin berpikir bahwa kita menyaksikan-Nya dengan cukup baik dalam kehidupan kita sehari-hari, tetapi apakah kita berani? 

Referensi pihak ketiga

Kita mendengarkan serangan terhadap Yesus dan Gereja-Nya tanpa keberatan. Kadang-kadang kita bahkan mengangguk atau tersenyum seolah membiarkan itu kita sepakati. Kita tidak akan pernah mengatakan hal seperti itu sendiri, tetapi kita tidak benar-benar membela Yesus. 

Referensi pihak ketiga

Ini hal yang sederhana, sesuatu yang kita lakukan setiap kali kita datang ke meja untuk makan, tetapi entah bagaimana, itu bisa sangat sulit di sebuah restoran, di mana satu-satunya beban adalah bahwa “orang mungkin berpikir saya seorang Katolik.” Lalu kita tidak berani bikin tanda salib!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Johart Wurlirang, 19/10/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 19 Oktober 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXVIII Bacaan Injil Lukas 12:8-12

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2641223490805604?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.