Inspiration

Mari Bahagia Surga Dunia

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Seorang teman berkisah. Saat mengemudi di jalan, ia baca stiker bemper: “Orang yang mati dengan kekayaan terbanyak, menang.”

Referensi pihak ketiga

“Oh, itu adalah terjemahan kontemporer dari mantra orang bodoh kaya yang oleh Yesus dipakai untuk mengajar para murid-Nya. “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Referensi pihak ketiga

Orang seperti itu punya prinsip hidup: Makan, minum, dan bergembira. Menyulap kartu kredit dan segala macam skema pembiayaan, banyak orang menjalani kehidupan seperti orang kaya yang bodoh dalam Injil hari ini. Apakah dorongan untuk kesenangan material, memiskinkan jiwa saya?

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sangkal Putung, Klaten, 21/10/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 21 Oktober 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXIX Bacaan Injil

Lukas 12:13-21

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3690635959564891?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.