Inspiration

Pandanglah Dia dan Berdaoalah!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pandang Dia dan Berdoalah! Menjadi buta itu tidak menyenangkan. Apalagi pernah bisa melihat! Kejutan tak terduga itu sangat menyebalkan ketika kita merasa seseorang seharusnya memperingatkan kita. 

Referensi pihak ketiga

“Tolong pastikan Anda memberi tahu saya tentang hal ini lain kali” adalah reaksi yang seolah akrab namun sekadar dalih. Menghindari kritik. Ah biasa!

Ketika sampai pada pertanyaan tentang akhirat, jika kita buta, kita tidak akan menyalahkan siapa pun selain diri kita sendiri. Kristus telah memberi kita lebih dari sekadar peringatan yang memadai. Baik kematian maupun kedatangan-Nya dalam kemuliaan untuk menghakimi manusia seharusnya tidak membuat kita lengah. Kunci kesiapsiagaan terletak pada nasihat-Nya kepada murid-murid-Nya: “Berjaga-jagalah dan berdoalah!” (Matius 26:41).

Referensi pihak ketiga

Namun sikap berjaga dan berdoa terjadi di tengah karya nyata. Jadi bukan pelarian melainkan penghayatan kontemplasi dalam aksi!

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Referensi pihak ketiga

Sangkal Putung, Klaten, 22/10/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 22 Oktober 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXIX Bacaan Injil Lukas 12:35-38

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3873463108192383?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.