Inspiration

Mari Menghasilkan Buah Kebaikan dalam Kehidupan Kita, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mari menghasilkan buah kebaikan dalam kehidupan kita. Mengapa? Pohon ara dalam perumpamaan Injil hari ini dalam bahaya menjadi “pohon merana”. “Tebanglah!” adalah perintah yang diberikan oleh pemilik. “Dia telah tumbuh sia-sia!” 

Referensi pihak ketiga

Ah, ultimatum yang mengerikan! Pohon itu tidak berguna dan hanya menyerap nutrisi dari tanah tanpa tujuan. Ketika kita menerapkan perumpamaan ini pada kehidupan kita sendiri, sungguh mengerikan untuk berpikir bahwa hidup kita, atau kehidupan orang lain, mungkin sama sekali tidak berguna. 

Referensi pihak ketiga

Hentikan itu. Tebang saja. Tidak ada gunanya. Apakah saya cukup berterima kasih atas rahmat Tuhan yang terus menerus dilumoahkan kepada saya dan orang lain? Apakah saya sudah menghasilkan buah kebaikan dalam kehidupan kita?

Referensi pihak ketiga

KBagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 26/10/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 26 Oktober 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa XXIX Bacaan Injil Lukas 13:1-9

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3016400071917054?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.