Inspiration

Meninggalkan Segalanya Demi Mengikuti Yesus, Bagaimana dan Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mereka Meninggalkan Sesuatu Lalu Mengikuti Yesus. Bagaimana dan mengapa? Itulah Tuhan! Dia ingin kita memilih. Tapi Dia tidak acuh pada apa yang kita pilih.

Referensi pihak ketiga

Setiap pilihan menyiratkan penolakan terhadap opsi lain. Kita tidak dapat mengikuti seseorang di suatu tempat tanpa meninggalkan sesuatu dan orang lain di belakang. Petrus dan Andreas meninggalkan jala mereka. Yakobus dan Yohanes meninggalkan perahu dan ayah mereka. Ini hanya mungkin dengan Yesus yang memanggil mereka.

Namun kita, juga, sering mencoba mengikuti Kristus tanpa meninggalkan hal-hal dan yang lain di belakang: dunia, kenyamanan, kesukaan kita … Kita berpikir bahwa kita dapat memiliki semuanya. Kita tidak bisa. Kita berada dalam bahaya “menjinakkan iman kita,” tunduk pada tuntutan hasrat kita dan desakan dunia.

Referensi pihak ketiga

Cinta kepada Tuhan membutuhkan pilihan, pilihan untuk Yesus yang nyata dan lengkap. Ia meminta saya untuk menolak segala yang ada dalam diri saya yang bukan dirinya. Seberapa sepenuh hati saya mengikuti Kristus?

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Referensi pihak ketiga

JoharT Wurlirang, 30/11/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 30 November 2019 Pesta St. Andreas, Rasul, Bacaan Injil Mateus 4:18-22

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/513396951745405?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.