Inspiration

Membuka Diri bagi Petingatan Tuhan dengan Rendah Hati

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Mari kita renungkan bacaan pertama hari ini dari Kitab Nabi Yesaya 41:13-20. Kalimat-kalimat yang dipakai Nabi Yesaya untuk menyampaikan pesan Tuhan Allah unik. Mari kita baca dengan tenang sebagai santapan rohani di tengah pekan adven kedua.

Referensi pihak ketiga

“Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel. Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukitpun akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel. Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering. Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.” (Yesaya 41:13-20)

Bagaimana perasaanmu bila kakimat-kalimat itu ditujukan kepadamu? Apa yang kau harapkan lebih lanjut dari firman itu? Aku sendiri merasakan bahwa aku harus membuka diri terhadap setiap peringatan dan teguran dari Tuhan dengan rendah hati. Peringatan dan teguran itu bisa berasal dari siapa saja dan dari mana saja, bahkan mungkin dari mereka yang membenci kita. Nah loh!

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 12/12/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 12 Desember 2019 Hari Biasa Pekan Adven II, Selasa, Bacaan Injil Mateus 11:28-30

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/810153407848497?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.