Inspiration

Belajar Rendah Hati Seperti Santo Yohanes Pembaptis

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. “Saya adalah suara seseorang yang berteriak di padang pasir …” Begitulah Santo Yohanes Pembaptis memilih untuk mengidentifikasi dirinya kepada para inkuisitornya dengan menyatakan misinya. Itulah kerendahan hatinya. Mengapa kita tidak belajar darinya?

Referensi pihak ketiga

Bagaimana tanggapan Anda? Dengan cara kita masing-masing, kita masing-masing dipanggil untuk menjadi misionaris di gurun modern masyarakat kontemporer ini dengan segala kerendahan hati kita.

Referensi pihak ketiga

Misi kita adalah aspek penting dari identitas kita sebagai orang Kristen Katolik. “Misionaris yang, terlepas dari segala keterbatasan dan cacat manusianya, menjalani kehidupan yang sederhana, mengambil Kristus sebagai modelnya, adalah tanda Allah dan realitas transenden… .semuanya di Gereja, berusaha meniru Tuan Ilahi, dapat dan harus memberikan kesaksian semacam ini; dalam banyak kasus, itu adalah satu-satunya cara yang mungkin untuk menjadi seorang misionaris.” Tulis Santo Yohanes Paulus II, dalam Redemptoris Missio.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 2/1/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 2 Januari 2020 PW St. Basilius Agung dan St. Gregorius Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja, Hari Biasa Masa Natal, Yohanes 1:19-28

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/240825517912136?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.