Inspiration

Cinta Bunda Maria kepada Sang Putra!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Cinta Seorang Ibu: Pada malam yang dingin di Betlehem itu, Yesus mempercayakan kemanusiaan-Nya yang rapuh kepada Maria dan Yusuf.

Referensi pihak ketiga

Seberapa siapkah Maria untuk kehormatan ini? Satu-satunya anak, hampir 14 tahun, jauh dari ibunya sendiri, menunggu tanpa pengasuh atau dokter, berlindung di sebuah gua yang dihangatkan oleh hewan ternak, dengan Bapa Yusuf sebagai suami. Maria memiliki banyak alasan untuk merasa takut, tidak memadai, “tidak cukup.”

Namun, seperti yang diingatkan oleh Santo Yohanes,”Tidak ada ketakutan dalam cinta” (1 Yohanes 4:18), dan kapasitas Maria untuk cinta tidak sebanding dengan hati manusia lainnya. Oh, betapa dia pasti mencintai Tuhan!

Referensi pihak ketiga

Cintanya yang murni padanya menghilangkan “kecemasan kinerja” yang mungkin dia rasakan, setiap pemikiran tentang “bagaimana jika,” dan kecenderungan untuk merasa malu dengan lingkungannya yang kecil. Dengan kelembutan apa dia membungkus-Nya dengan hangat di udara yang dingin selain dengan cinta. Dia mencintai Bayi Yesus dengan kasih tanpa pamrih sempurna yang tidak ternodai oleh dosa, dengan kasih keibuan murni yang pantas untuk Putranya yang tunggal, Allahnya.

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Referensi pihak ketiga

JoharT Wurlirang, 1/1/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 1 Januari 2020 Hari Raya Santa Maria Bunda Putra Allah Lukas 2:16-21

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3310263996437288?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.