Inspiration

Memancarkan Sang Cahaya dalam Kehidupan Harian Kita, Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Berikan Kesaksian kepada Cahaya: Yohanes dipanggil untuk memberikan kesaksian tentang Sang Terang, yakni Sang Sabda Yang Menjelma Menjadi Manusia. Seperti Yohanes, kita juga dipanggil untuk memberikan kesaksian tentang terang di saat-saat bekerja, bersama keluarga, dalam pelayanan, dan bahkan selama istirahat. 

Referensi pihak ketiga

Bagaimana kita menghabiskan waktu kita penting. Ketika tiba waktunya untuk beristirahat, orang-orang Kristen memilih cara-cara sehat untuk mengisi ulang dan meremajakan sehingga ketika tiba waktunya untuk misi kita dapat menjadi saksi terang di dunia yang tidak mengenal Tuhan. Mari kita baca selengkapnya, kesaksian St. Yohanes bahwa Sang Sabda telah Menjelma menjadi Manusia dan Terang-Nya bercahaya dalam kegelapan hidup kita.

Referensi pihak ketiga

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya. (Yoh 1:1-5,9-14,16-18)

Tuhan tahu berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk ponsel kita atau betapa mudahnya satu pertunjukan dapat berubah menjadi dua atau tiga sampai, sebelum kita mengetahuinya, kita menonton pesta, menghabiskan waktu berjam-jam yang berharga. Kita perlu mencabut kabel kesibukan kita untuk meluangkan waktu untuk mendengarkan satu kata yang paling penting dalam hidup kita – Yesus.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 31/12/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 31 Desember 2019 Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosef, Injil Bacaan Injil Yohanes 1:1-18

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3413961743114399?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.