Inspiration

Tiga Raja dari Timur Mencari, Menemukan dan Menyembah Yesus Kristus, Mengapa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Tiga raja dari Timur, gambaran negeri yang jauh dalam konteks kelahiran Yesus di Betlehem, mencari, menemukan dan menyembah Yesus Kristus, mengapa? Katekismus mengajarkan bahwa penghormatan mereka kepada Kanak-Kanak Yesusi “menunjukkan bahwa mereka mencari, dalam cahaya mesianis bintang Daud, orang yang akan menjadi raja segala bangsa.” Kita dapat bersukacita terutama pada hari raya ini. sebabkita termasuk dalam “jumlah segala bangsa” yang dipanggil untuk tunduk di hadapan Kanak-Kanak Yesus, Raja Semesta Alam, yang kelahiran-Nya menghadirkan Bintang ajaib dan dengan penuh iman, harapan dan cinta ditangkap oleh tiga raja dari Timur, Baltasar, Melkhior dan Gaspar.

Referensi pihak ketiga

Tiga raja dari Timur disebut juga orang Majus, yang datang menyembah Yesus. Mereka mempersembahkan hadiah yang tidak biasa untuk Bayi yang diimani sebagai Sang Raja segala Raja berupa: emas untuk mengakui kerajaan Yesus; dan kemenyan, yang digunakan dalam ibadat, untuk menghormati keilahian-Nya. Ketika kita bergabung dengan orang Majus dalam pemujaan mereka terhadap Yesus, mari kita memohon Roh Kudus untuk memenuhi kita dengan rasa kagum, hormat, dan takut akan Tuhan, sehingga kita dapat beribadah dalam kebenaran sebagai Raja dan Allah kita.

Referensi pihak ketiga

Tetapi bagaimana dengan persembahan Mur? Ini Misterius! Dalam tradisi Timur, mur digunakan untuk membalsem dan/atau mengurapi mayat. Bayangkan bagaimana hati Maria pasti hancur ketika dia menerima dengan rendah hati pengajuan nubuatan Putranya dan Kematian Putranya. Bunda Terberkati kita mengundang kita untuk meniru dia dengan melakukan pengorbanan kecil kita sendiri (mur kita) ketika kesempatan muncul pada hari kita. “Karena itu aku mendesak kamu, saudara-saudaraku, karena belas kasihan Allah, untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai korban yang hidup, kudus dan menyenangkan bagi Allah, ibadat rohanimu” (Roma 12: 1).

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 5/1/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 5 Januari 2020 Hari Raya Epifani Mateus 2:1-12

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4338811427343530?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.