Inspiration

Tuhan Yesus, Jamahlah Aku!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kusta dalam cerita ini melanggar banyak aturan sosial untuk mendapatkan kesembuhannya dari Yesus.

Referensi pihak ketiga

Pertama, dia mendekati Yesus. Kusta pada waktu itu terpaksa hidup terpisah dari komunitas karena mereka dianggap najis, baik secara fisik maupun moral. Kedua, penderita kusta gagal mengumumkan dirinya dengan menyatakan bahwa ia “najis,” suatu persyaratan hukum. Ketiga, penderita kusta bersujud dan menyembah (Matius 8: 2) seorang “manusia,” mengetahui bahwa orang-orang Yahudi yang baik hanya menyembah Allah, tidak pernah manusia. Keberanian apa yang dia miliki! Atau keputusasaan total yang memotivasi dirinya?

Referensi pihak ketiga

Yesus tahu pikiran penderita kusta dan berkeinginan untuk membersihkannya. Adegan itu mengingatkan saat-saat penutupan di Adorasi, ketika, diberkati oleh Yesus melalui Sakramen Mahakudus dalam Monstran, yang menjangkau untuk menyentuh kita masing-masing dan kemudian memberkati seluruh dunia. Tidak peduli seberapa “tidak bersihnya” kita, apakah kita benar-benar putus asa atau penuh iman, Yesus tidak akan pernah ragu untuk mengulurkan tangan-Nya untuk memberi kita berkat restoratif. 

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga refleksi sederhana ini memberi inspirasi dan bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca refleksi ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 10/1/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Bacaan Liturgi 10 Januari 2020 Jumat Sesudah Hari Raya Epifani Lukas: 5:12-16

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3131431592743372?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.