Inspiration

Mensyukuri Iman yang Hidup, Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Beriman itu tak cukup hanya mengetahui. Iman perlu dihayati dan disyukuri. Itulah iman yang hidup.

Referensi pihak ketiga

Di luar pengetahuan, iman yang hidup kepada Yesus Kristus adalah tingkat yang sama sekali baru. Lihatlah berbagai tanggapan dalam Injil ini. Setan-setan itu tahu siapa Yesus itu dan kuasa yang dimiliki-Nya. Namun mereka hanya memintanya untuk melemparkan mereka ke babi.

Referensi pihak ketiga

Orang-orang yang menyaksikan mukjizat melihat kuasa-Nya, namun mereka memilih jalan ketakutan versus kebebasan di dalam Kristus. Alih-alih mengundang Dia ke tempat tinggal mereka dengan rasa terima kasih, mereka meminta-Nya untuk pergi. Kontras tanggapan mereka terhadap orang Gerasa yang keras kepala. Pertemuannya dengan belas kasihan Yesus dan kuasa penyelamatan membebaskannya untuk mengalami iman yang hidup.

Datanglah Roh Kudus, dan bantu saya menemukan cinta Yesus yang penuh belas kasihan. Usir semua rasa takut yang menghalangi pertumbuhan iman yang hidup kepada Yesus.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat ya. Bagi yang tidak sepakat. santai saja. Tetaplah menjadi orang baik. Kalau pun Anda membully, itu tidak akan menggoyahkan kami dan kami tetap mengasihimu, Kawan! Anda buang energi sia-sia, dan kami baik-baik saja. By the way, apa pun komentar Kamu, tetap saya berterima kash. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih ekologis.

JoharT Wurlirang, 3/2/2020

BERKAH DALEM

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Markus 5:1-20

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1248404012964284?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.