Inspiration

Bermurah Hati dan Berbelas Kasih kepada Para Pembuli Itu Istimewa, Kawan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Bermurah hati dan berbelas kasih kepada para pembuli itu istimewa, Kawan! Orang-orang yang hobi membuli, mencaci, memaki, menghakimi liyan itu hanyalah pecundang yang kesepian dan sedang bingung dengan dirinya sendiri, apalagi tentang masa depannya. Ia sedang hampa maka kta-katanya beraroma nista dan hina. Ah, bukan kita yang mereka hina dan nista tetapi diri mereka sendiri yang keropos! Maka, sabda Yesus hari ini penting untuk menghadapi mereka, bukan dengan kebencian yang sama, melainkan dengan berbelas kasih dan bermurah hati. Memohonkan pengampunan, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Itu aja sih. Sederhana bukan? Tapi, mari kita baca teks Sabda Yesus selengkapnya berikut ini.

Referensi pihak ketiga

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Luk 6:36-38)

Referensi pihak ketiga

Berbelaskasih dan bermurah hati? Ya! Di dalam doa Bapa Kami, kami meminta Tuhan untuk mengampuni pelanggaran kami saat kami mengampuni mereka yang melakukan pelanggaran terhadap kami. Yaitu, kita meminta Tuhan untuk melihat bagaimana kita memperlakukan orang lain dan memperlakukan kita sebagaimana mestinya. Ini mengingatkan kita pada banyak Mazmur, seperti Mazmur 139: 23-24, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku… dan lihatlah apakah ada jalan yang menyakitkan bagiku.” Tetapi dalam perikop hari ini, Yesus mengajar kita ke arah sebaliknya; kita harus memandang Tuhan, dan membiarkan tindakannya menentukan bagaimana kita berurusan dengan orang lain. “Kasihanilah, sama seperti Bapamu penuh belas kasihan.” Ini adalah bar yang sangat tinggi untuk dihapus. Tetapi kita dapat mengampuni karena Tuhan pertama-tama mengampuni kita. Dan kita bisa berbelaskasih karena Bapa kita berbelaskasihan.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 9/3/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Lukas 6:36-38

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2821748165783081?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.