Inspiration

Jangan Meninggikan Diri Apalagi Hatimu, Nanti Direndahkan Yang Maha Tinggi, Repot!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Jangan meninggikan dirimu, nanti direndahkan Yang Maha Tinggi, repot! Inilah yang disabdakan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Referensi pihak ketiga

Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-muridNya, kataNya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Mat 23:1-12)

Referensi pihak ketiga

Itu terjadi ketika seseorang “pamer” atau mencari perhatian, apalagi dengan cara-cara kasar dan tidak bermartabat sambil menghina sesamanya yang berbeda! Memangnya dunia ini milik mereka sendiri. Ini benar-benar tidak waras!

Secara alami siapa pun justru akan menghindari orang yang menjadikan diri mereka pusat perhatian. Cara orang Farisi yang tinggi hati itu merupakan gejala kekosongan batin mereka yang dalam. Di tengah-tengah hati mereka, mereka duduk di atas takhta yang diperuntukkan bagi Tuhan kita. Ketika Tuhan kita duduk dengan benar di atas takhta hati kita, kebutuhan kita untuk penegasan dari orang lain tertata dengan baik, bukan ekstrem. Jadi, hati-hatilah, jangan sampai Allah Yang Maha Tinggi mencampakkanmu di tempat yang paling hina!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 10/3/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Mateus 23:1-12

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3286938300277903?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.