Inspiration

Menyambut Sang Batu Penjuru Yang Dibuang Tukang Bangunan

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Injil hari ini mewartakan sabda Yesus yang menggambarkan Diri-Nya sebagai Sang Batu Penjuru yang dibuang para tukang bangunan. Dialah Sang Batu Penjuru Keselamatan seluruh umat manusia.

Referensi pihak ketiga

“Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Kata mereka kepadaNya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkanNya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi. (Mat 21:33-43,45-46)

Referensi pihak ketiga

Orang banyak menganggap Yesus sebagai seorang nabi, dan memang demikianlah adanya. Kata-kata Allah keluar dari mulut-Nya (lih. Yeremia 1: 9), dan Roh Allah diam di dalam diri-Nya (lih. Yehezkiel 2: 2). Yesus adalah seorang nabi yang memberi tahu kita sebuah perumpamaan tentang para nabi sejarah dan penerimaan mereka oleh orang-orang Israel: “yang mereka pukul, yang lain mereka bunuh, dan yang ketiga mereka dirajam.” Yesus juga akan menderita. Dia ditakdirkan untuk menjadi batu yang ditolak oleh pembangun. Namun dia bukan hanya Nabi yang berkhotbah tentang para nabi, tetapi juga Putra yang berkhotbah tentang diri-Nya, dilambangkan oleh putra pemilik tanah yang dibunuh di luar kebun anggur-Nya sendiri. Dia meramalkan kematiannya sendiri, dan masih, dia menerimanya, karena melalui penolakan inilah dia akan menjadi batu penjuru. Mari menyambut Sang Batu Penjuru Keselamatan kita.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 13/3/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Lukas 16:19-31

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/704647888740472?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.