Inspiration

Menerima Kabar Sukacita Bersama Santa Perawan Maria di Tengah Kesulitan Allah Beserta Kita

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kita sedang mengalami dan menghadapi masa sulit akibat pandemi Covid-19. Namun, hari ini, Gereja Katolik seluruh dunia mengimani bahwa di tengah masa sulit ini, Allah selalu beserta kita. Mari kita hidup taat, baik dan benar. Itulah kabar sukacita di tengah keadaan sulit sebagaimana dialami dan diteladankan oleh Santa Perawan Maria. Teks alkitabiahnya bisa kita baca sebagai berikut.

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:26-38)

Referensi pihak ketiga

Hal pertama yang diungkapkan Kabar Sukacita kepada kita adalah bahwa Allah telah mengasihi kita dari segala kekekalan. “Jangan takut,” kata malaikat itu, “karena kamu telah menemukan kasih karunia kepada Allah.” Tuhan memiliki kecenderungan khusus untuk kita masing-masing, dan dari sepanjang kekekalan kita telah menemukan kebaikan di dalam hati-Nya. Mari kita sejenak bersyukur kepada Tuhan kita untuk cinta abadi, mengingat kata-kata nabi Yeremia: “Dengan cinta lama aku telah mencintaimu.”

Referensi pihak ketiga

Cinta Tuhan untuk Maria memiliki misi khusus dan penting yang melekat padanya: “… kamu akan mengandung di dalam rahimmu dan melahirkan seorang putra, dan kamu akan menamainya Yesus.” Maria menerima misi ini dengan iman, mengetahui bahwa Allah telah mempersiapkannya untuknya. Tuhan juga memiliki misi yang disiapkan untuk kita. Mungkin kita sudah memahami misi itu, atau mungkin kita masih mencari. Terlepas dari itu, kita terus-menerus perlu meminta rahmat dari Tuhan untuk mengatakan, “Semoga ini dilakukan padaku sesuai dengan perkataanmu.” Ini pasti sangat sulit. Namun Maria percaya: Allah besertanya, beserta kita.

Referensi pihak ketiga

Ketaatan dan kasih mengenyahkan ketakutan (lih. 1 Yoh 4:18). Maria menunjukkan bahwa kata-kata St. Yohanes dalam surat pertamanya berlaku bagi kita semua: tidak ada ketakutan dalam cinta. Mary dapat mengatakan, “Lihatlah, Aku adalah hamba perempuan Tuhan” hanya karena dia yakin akan kasih Allah kepadanya, dan karena dia sangat mencintai Tuhan. Sekarang, kita tidak semua Perawan Maria yang Terberkati, tetapi bahkan upaya kita yang tidak sempurna untuk cinta masih cukup untuk mengusir upaya setan yang lemah untuk membuat kita takut. Tuhan, terus sempurnakan kasih kami, sehingga kami dapat menerima kehendak Anda!

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 25/3/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Lukas 1:26-38

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1095656465683509?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.