Inspiration

Mengaku Keturunan Bapa Abraham, Namun Aneh Tidak Menerima Yesus!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Orang-orang Yahudi mengaku keturunan Abrgaham di hadapan Yesus. Namun aneh bahwa mereka tidak menerima Yesus. Begini Yesus menjelaskan kepada mereka dan dengan juga kepada kita yang mengaku sebagai keturunan Abraham.

Referensi pihak ketiga

Maka kataNya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: “Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firmanKu tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.” Jawab mereka kepadaNya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. (Yoh 8:31-42)

Referensi pihak ketiga

Banyak yang mendefinisikan diri mereka berdasarkan warisan keluarga mereka atau dengan prestasi atau harta benda. Yesus mengajar kita untuk memandang diri kita sendiri dengan cara baru, cara yang memungkinkan kita untuk melihat, dengan mata yang segar, realitas yang lebih tinggi tentang siapa kita. Sebelum waktu dimulai, Tuhan memimpikan kita, dan mengasihi kita, dan tidak bisa menunggu sampai hari kelahiran kita! Jadi kita tidak hanya didefinisikan oleh atribut duniawi; definisi diri seperti itu ada di bawah kita. Kita benar-benar anak-anak Bapa. Kita mewarisinya pula melalui iman Bapa Abraham.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 1/4/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Yohanes 8:31-42

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1390154475680396?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.