Inspiration

Yudas, Berkhianat Demi Sekeping Uang!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inilah kisah pengkhianatan Yudas! Hanya demi sekeping uang, ia tega mengkhianati Sang Guru. Namun, jalan pengkhianatannya menjadi jalan keselamatan di pihak Tuhan. Maka, tak usahlah mengutuki Yudas, tetapi juga pula meniru perilakunya. Okay?!

Referensi pihak ketiga

Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkanNya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihiNya, bersandar dekat kepadaNya, di sebelah kananNya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkanNya!” Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepadaNya: “Tuhan, siapakah itu?” Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diriNya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anakKu, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” Kata Petrus kepadaNya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu!” Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (Yoh 13:21-33,36-38)

Referensi pihak ketiga

Pengkhianatan Yudas adalah dengki dan serakah. Dia telah mencari kesempatan untuk menyerahkan Yesus sehingga dia bisa mengumpulkan tiga puluh keping peraknya yang tak seberapa namun disertai dengan rasa tega berkhianat kepada Sang Guru (Matius 26: 14-16).

Referensi pihak ketiga

Ketika kita merenungkan pengkhianatan Yudas, kita dapat bertanya pada diri sendiri kapan kita telah mengkhianati Tuhan kita melalui dosa-dosa kita. Apa yang harus kita dapatkan ketika kita berdosa? Apakah itu kesenangan sesaat, pemahaman sekilas pada uang atau kekuasaan, atau sekadar kebanggaan bodoh? Tidak peduli keuntungan sesaat apa pun yang kita pikir kita terima, tidak pernah sepadan dengan biaya dari rasa sakit yang disebabkan Yesus, orang lain, dan diri kita sendiri.

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 7/4/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Yohanes 13:21-33, 36-38

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2861802066361507?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.