Inspiration

Pengkhianatan dalam Suatu Perjamuan Kudus!

Sahabat Peradaban kasih yang terkasih. Inilah persiapan Perjamuan Malam Terakhir. Namun, di situ pula pengkhianatan Yudas Iskariot mulai dirasakan Yesus.

Referensi pihak ketiga

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepadaNya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagiMu?” Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktuKu hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-muridKu.” Lalu murid-muridNya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepadaNya: “Bukan aku, ya Tuhan?” Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.” (Mat 26:14-25)

Referensi pihak ketiga

Penolakan dan Keputusasaan: Yudas menjawab pertanyaan Yesus tentang siapa yang akan mengkhianatinya dengan pertanyaan yang menipu: “Tentunya bukan aku, Rabi?” (Matius 26:25). Jelas Yudas berbohong di sini, tetapi bisakah dia juga menyangkal pengkhianatannya? Belakangan Yudas putus asa karena dosanya dan dia bunuh diri (Matius 27: 5). Penyangkalan dan keputusasaan bisa menjadi reaksi umum ketika kita menyadari betapa besarnya dosa kita. Tragedi terbesar Yudas adalah bahwa ia melupakan cinta kasih Allah yang murah hati. St Yohanes Paulus II menulis, “belas kasihan adalah sifat terbesar dan kesempurnaan Allah …” (Dives in Misericordia, 13). Ketika kita telah berdosa, semoga kita selalu melihat belas kasihan Allah dalam Sakramen Rekonsiliasi.

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 8/4/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Matius 26:14-25

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2887426364795837?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.