Inspiration

Para Wanita Suci Mendapat Karunia Tertinggi, Saksi Kebangkitan Yesus dari Mati

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Para wanita suci itu berhati berani. Mereka tak takut mengunjungi makam Yesus. Buahnya, mereka diutus menjadi saksi kebangkitan-Nya!

Referensi pihak ketiga

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekatiNya dan memeluk kakiNya serta menyembahNya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini. (Mat 28:8-15)

Referensi pihak ketiga

Apa yang ada di hati para wanita suci ketika mereka meninggalkan makam yang diliputi kegembiraan, namun takut akan misteri yang masih berlangsung? Para wanita menafsirkan kekosongan secara positif. Setelah pergi untuk merawat orang mati, mereka menyadari bahwa mereka memiliki tugas baru: untuk mengumumkan kepada murid-murid yang hidup tentang realitas Kebangkitan.

Setelah mengesampingkan keasyikan dan kesedihan mereka, mereka dapat bertemu Yesus dan menerimanya. Mereka telah membuat ruang di hati mereka untuk mendekati, merangkul, dan melakukan penghormatan kepada Yesus. Di mana di dalam hati kita, Yesus mengundang kita untuk mengesampingkan prasangka, keterikatan, atau kekhawatiran, sehingga kita bisa terbuka untuk menerimanya dan dengan bebas memberitakan kabar baiknya?

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 13/4/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Yohanes 20:1-8

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2806508452376044?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.