Inspiration

Jangan Menangis, Mari Kita Bangkit Menatap Masa Depan Lebih Manis dalam Tuhan

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Jangan menangis. Mari kita bangkit menatap masa depan lebih manis dalam Tuhan. Inilah contohnya.

Referensi pihak ketiga

Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepadaNya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilNya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. (Yoh 20:11-18)

Referensi pihak ketiga

Kita melihat ke dalam hati Maria Magdalena, dipenuhi dengan kesedihan karena kehilangan Yesus yang dicintainya. Membungkuk di atas makam yang kosong, dia merasa putus asa dan bingung. Yesus tahu bagaimana memberi kenyamanan pada hatinya yang sakit. Dia mengubah sakit hati wanita itu menjadi kegembiraan dan kesengsaraannya menjadi kesenangan hanya dengan mengenali dan mengakui dia, dengan memanggil namanya. Sebagai tukang kebun jiwa, guru, dan Tuhan kita yang hebat, dia juga tahu cara menanam buah abadi dalam kehidupan kita. Penting – masalah kehidupan spiritual atau kematian – bahwa kita menghabiskan waktu setiap hari duduk bersama Yesus, mengakui kehadirannya, dan menunggunya memanggil nama kita dan meyakinkan kita bahwa dia sedang bekerja dalam jiwa kita.

Referensi pihak ketiga

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati. Salam peradaban kasih.

JoharT Wurlirang, 14/4/2020

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

SALAM PERADABAN KASIH EKOLOGIS!

Sumber: Yohanes 20:11-18

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4485254601276089?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=browser_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.